Dikirim Oleh : xxx Tanggal : 31 Juli 2017 | Dinas Perikanan dan Peternakan

Detail Pengaduan :

Jelang Hari Raya Idul Adha Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogormulai mengatisipasi adanya hewan qurban yang berpenyakit , khususnya antraks. Rencananya Dinas Perikanan dan Peternakan menyebar dokter hewan dibantu pihak Institut Pertanian Bogor (IPB) pada H-1 dan H+3. Mereka akan dibagi ke beberapa kecamatan untuk membantu petugas dinas saat penanganan, baik sebelum dan setelah pemotongan. Menurut Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Hewan Dinas Perikanan dan Peternakan, wilayah rawan dengan penyakit antraks biasanya di tersebar di Kecamatan Cibinong, Citeureup, Babakanmadang dan Sukaraja. Pemeriksaan dilakukan dua minggu sebelum lebaran haji. Soalnya banyak ternak dari luar Bogor seperti Bandung, Tasikmalaya dan Sukabumi.

Tindak Lanjut

Dinas Perikanan dan Peternakan :
Diinas Perikanan dan Peternakan meyakinkan, jika ditemukan hewan kurban yang tidak layak jual karena mengalami sakit lian sebagainya, maka petugas akan mengarahkan kepada penjual agar tidak menjualnya sebelum penyakit hewan itu disembuhkan terlebih dahulu dan menghimbau masyarakat yang ingin memberi hewan kurban lebih teliti dan tidak tergiur harga murah. Hewan kurban dipilh karena memiliki umur yang cukup, hewan yang sehat terlihat dari matanya yang cerah, bulu yang tidak mudah rontok, warna bulu yang tidak kusam, tingkah laku normal, tidak susah makan serta harus diketahui latar belakang hewan tersebut di tempat sebelumnya satu kandang dengan hewan yang terjangkit penyakit tau tidak.
Dinas Perikanan dan Peternakan :
0